Sabtu, 29 Oktober 2011

Manusia dan Penderitaan

nama :indah permata sari
kelas:1pa09
npm:13511565


1.      MANUSIA DAN PENDERITAAN

A)    PENGERTIAN PENDERITAAN
     Penderitaan berasal dari kata derita . kata derita berasal dari  bahasa sangsekerta dhra artinya menahan atau menanggung . derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan . penderitaan itu dapat lahir atau batin , atau lahir batin .
     Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensistas penderitaan bertingkat- tingkat , ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat – tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang diangggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan .
     Penderitaan akan dialami oleh semua orang ,hal itu sudah merupakan “risiko”hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan pemderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
     Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang di alaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya .

B)    SIKSAAN
     Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan .
     Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan .
-          Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. bagi
Orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan , sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi.
-          Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai .
     Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat di atasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin. Sebagai homo socius, seseorang perlu kawan, maka untuk mengalahkan rasa kesepian orang perlu cepat mencari kawan yang dapat diajak untuk berkomunikasi.
-          Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang yang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.
-           
A)    KEKUATAN MENTAL
            Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

B)     PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
            Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya , dengan budanyanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif , baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengalami penderitaan.
            Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia , artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup di takdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis , ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.
            Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan , masyarakat sekitar , dengan waspada dan disertai doa kepada tuhan supaya terhindar dari bahaya malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaan. Penderitaan yang terjadi selain dialami sendiri oleh orang yang bersangkutan , mungkin juga di alami oleh orang lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang lain atau masyarakat menderita

C)    PENDERITAAN,MEDIA MASA DAN SENIMAN
            Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembar koran , layar TV, pesawat radio, engan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini di lakukan secara perseorangan ataupun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian di kirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
            Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara tepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni .

D)    PENGARUH PENDERITAAN
            Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif dan sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia , sikap kecewa, putus asa. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
            Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan , dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti.
            Apabila sikap negatif dan sikap positif ini di komunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca , para penonton akan memberikan penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan . keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus di singkirkan .








Sumber :buku “ Ilmu Budaya Dasar “
Penerbit Universitas Gunadarma
Pengarang Widyo Nugroho dan Achmad Muchji 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar