Sabtu, 29 Oktober 2011

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Nama: Indah Permata Sari
Kelas:1pa09
NPM:13511565




1.     KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

A.    PENDEKATAN KESUSASTRAAN

    IBD , yang semula dinamakan Basic Humanities berasal dari bahasa Inggris the humanities, istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya,dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai .
    Untuk menjadi homo humanus , manusia harus mempelajari ilmu, yaitu humanities, di samping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang di masukkan ke dalam humanities masih dapat diperdebatkan , dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu.pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi,seni dan cabang –cabangnya termasuk sastra,sejarah, cerita rakyat,dan sebagainya . pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan kebudayaan . karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan , ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.   Hampir setiap jaman , seni termasuk sastra memegang peranan penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai- nilai kemanusiaan dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama.
    Hampir di setiap jaman , mempunyai peranan yang lebih penting . alasan pertama karena sastra menggunakan bahasa sementara itu , bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung semua peryataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan fisafat, manusia memperguanakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta , yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan , manusia dalam menggunakan bahasa . dalam mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa . dengan demikian , manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu.kenyataan inilah yang mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
    Sastra juga lebih mudah berkomunikasi ,karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi.sastra juga di dukung oleh cerita , dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gahasan- gagasannya dalam bentuk tidak normatif.
    IBD adalah salah satu mata kuliah yang di berikan dalam satu semester, sebagai bagian dari MKDU,IBD tidak di maksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk di dalam pengetahuan budaya (The Humanities)
,akan tetapi IBD semata- mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-niali budaya.
   
B.     ILMU BUDYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA
    Istilah prosa banyak padanannya. Kadang – kadang di sebut narative fiction,prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan di definisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan,peristiwa dan alur yang di hasilkan oleh daya khayal atau imajinasi , istilah cerita rekaan umumnya di pakai  untuk roman atau novel atau cerita pendek.
    Dalam Kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
a)      Prosa lama meliputi:
1.      Dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara
b)      Prosa baru meliputi:
1.      Cerita pendek
2.      Roman / Novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi

C.     NILAI – NILAI DALAM PROSA  FIKSI
Sebagai seni yang berkaitan dengan cerita , mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawa moral, pesan atau cerita . dengan kata lain prosa mempunyai nilai – nilai yang di peroleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai – nilai yang di peroleh pembaca lewat sastra antara lain :

1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewahan kesenangan yang di peroleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagai mana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang di kisahkan.

2.      Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita belajar sesuatu yang lebih dari pada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini , kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

3.      Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi , dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa .Novel seperti siti nurbaya , salah asuhan , sengsara membawa nikmat, layar terkembang , mengungkapkan impian-impian , harapan – harapan , aspirasi- aspirasi dari generasi terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini.

4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman – pengalaman dengan banyak individu.fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang di sajikan dalam kehidupan sendiri.dari banyak memperoleh pengalaman sastra pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya , terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan di luat dirinya yang mungkin sangat berlainan dengan pribadinya .Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat di bagi menjadi dua yaitu : karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya . ada juga yang tentunya menyuarakan keduanya .

D.    ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PUISI
      Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidaka akan di arahkan  pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi di pakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema- tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.
      Puisi termasuk seni sastra , sedangkan sastra bagian dari keenian , dan kesenian cabang/ unsur dari kebudayaan. Kalau di beri batasan , maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia , alam dan tuhan melalui media bahasa yang artistik/ estetik , yang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.
      Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi di sebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.      Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori,dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberikan kejelasan gambaran angan.
2.      Kata-  kata yang ambiquitas yaitu kata – kata yang bermakna ganda , banyaktafsir
3.      Kata – kata berjiwa yaitu kata – kata yang sudah di beri suasana tertentu , berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau .
4.      Kata – kata yang konotatif yaitu kata- kata yang sudah di beri tambahan nilai- nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.       Pengulangan berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan , sehingga lebih menggugah hati.
                        Dibalik kata – katanya yang padat , ekonomis dan sukar dicerna maknyanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia . puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa- peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya alam semesta dan tuhan. Iya merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia , terhadap alam dan tuhan yang di ekspresikannya kedalam bahasa yang artistik. 
   Adapu alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalh sebagai berikut:

1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
           Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam puisi di sebut “ pengalaman perwakilan “. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebuh menghidupkan pengalaman hidupannya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/ puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa untuk memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti tentang banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
           Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang di sebut “imaginative entry), yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang di tuangkan penyair dalam puisinya
.
2.      Puisi dan kesadaran individual
           Dengan membaca puisi mahasiswa dapat di ajak untuk menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun dirinya sendiri, karena memalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia , ia menjelaskan pe ngalaman setiap orang .

3.      Puisi dan kesadaran sosial
           Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan mausia sebagai mahluk sosial , yang terlihat dalam isue dan problema sosial . secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
-          Penderitaan atas ketidak adialan
-          Perjuangan untuk kekuasaan
-          Konflik dengan sesamanya
-          Pemberontakan terhadap hukum Tuhan
                        Puisi – puisi umumnya sarat akan nilai – nilai etika , estetika dan juga kemanusiaan . salah satunya nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih (yang terpaut didalamnyaa kasih sayang , cinta , kemesraandan renungan )
                        Puisi merupakan sesuatu yang hidup di alam metasis, suatu impian yang berkepribadian sehingga susah di hayati isinya. Walaupun demikian bila puisi di baca dengan baik setidaknya akan membantu pembaca dalam menafsirkan maknanya.
 
            
        




Sumber :buku  “Ilmu Budaya Dasar”,
Penerbit Universitas Gunadarma
Pengarang Widyo Nugroho dan Achmad Muchji



Tidak ada komentar:

Posting Komentar