Kamis, 15 Januari 2015

Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)


Nama              : Indah Permata Sari
Kelas               : 4PA10
NPM               : 13511565

Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)
Kepandaian buatan (AI) diartikan secara luas sebagai cabang dari ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (perangkat keras) dan program-program komputer (perangkat lunak) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia (Solso, 2007). Pada perkembangannya AI muncul dengan beraneka bentuknya, yang saat ini telah menyentuh kehidupan sehari-hari kebanyakan manusia didunia, serta dimanfaatkan dalam beraneka penelitian penting yang dilakukan oleh ribuan ilmuan. Pada  masa awal teknologi komputer, ilmuan AI memiliki impian luar biasa tentang robot dan mesin berfikir. Sebuah tulisan yang sangat berpengaruh ditulis pada awal 1940an oleh seorang psikiater asal Chicago, W.S. McCulloch, serta mahasiswa, W. Pitts. Dalam tulisannya tersebut, mereka mengenalkan sebuah konsep yang memiliki pengaruh sangat besar bagi para ilmuwan komputer, termasuk Von Neumann. Berdasarkan konsep bahwa pikiran adalah hasil kerja otak, terutama bagian dasar otak atau simpuls-simpuls saraf, mereka beranggapan bahwa simpuls-simpuls saraf tersebut bisa dipandang sebagai “peralatan logika”, yang beberapa simpuls serta hubungannya bisa dipandang sebagai logika yang proposional. Tidak lama setelah tulisan McCulloch dan Pitts, Von Neumann yang sudah mengembangkan rancangan komputer paling bermanfaat, menyatakan bahwa sangatlah mungkin untuk merancang komputer yang meniru otak manusia tidak hanya fungsinya, tetapi strukturnya juga, dimana tabung vacum, relay, rangkaian kawat dan perangkat keras akan menggantikan neuron, akson, dan sinapsis. Mengikuti jejak Von Neumann, F. Roseblatt mengambil ahli proyek peraktian komputer yang meniru fungsi dan struktur otak manusia. Tujuan utamanya adalah menciptakan komputer yang mampu mengenali bentuk. Hasilnya disebut perseptron dan dia berhasil meniru struktur organisasi otak dengan sukses (Solso, 2007).
Seiring dengan perkembangannya kecerdasan buatan (AI) yang di rancang dengan meniru kemampuan otak serta kognisi manusia menimbulkan berbagai pertanyaan apakah komputer mampu meniru kemampuan otak serta kognisi manusia.Apa yang telah dipelajari tentang mesin berfikir yang disebut dengan otak adalah bahwa mesin ini berbeda secara fundamental di bandingkan dengan komputer Von Neumann yang sekarang biasa digunakan. Mungkin AI akan berperan lebih jauh jika komputer lebih menyerupai otak. Beberapa program komputer bekerja lebih efektif daripada pikiran manusia, dan kebanyakan sangat  pintar menirukan hal-hal nyata meskipun masih sedikit janggal. Komputer mampu memecahkan beberapa masalah, seperti sebuah soal matematika yang mendetail, lebih akurat dan lebih cepat daripada manusia. Beberapa tugas lain seperti menggeneralisasikan dan mempelajari pola aktifitas yang baru, dilakukan paling baik oleh manusia dibandingkan komputer (Solso, 2007).
     Kecerdasan buatan (AI) yang dirancang dalam bentuk sistem pakar yaitu Eliza, Parry dan NETtalk. Eliza adalah salah satu program komputer yang mampu berkomunikasi, Eliza, ditulis oleh Josephweizen baum. Beberapa revisi atas Eliza telat dibuat dari konsep aslinya. Pada satu program yang spesifik, bernama doctor, Eliza mengambil peran seperti seorang psikiater. Respon dari komputer cenderung stereotipe, misalnya dia diprogram untuk merespon beberapa kunci kalimat dengan respon yang hanyalah merupakan transformasi dari kalimat aslinya. Seperti ketika “pasien” mengatakan kata kunci “I’am”, Eliza merespon dengan gaya tutur seperti “aku turut bersedih mendengar kamu” jika tidak ada kata kunci yang ditemukan, komputer akan menjawab dengan ciri-cirinya yang tanpa isi, atau pada beberapa kasus, berakhir menjadi transformasi yang lebih awal. Kapasitas manusia dalam hal pengetahuan, perasaan, kecenderungan, dinamika kelompok, dan seterusnya, terbentuk menjadi apa yang mau tidak mau kita sebut pngertian. Eliza dalam hal itu memiliki kekurangan.Parry yang di perkenalkan oleh Colby, Hilf, Weber, dan Kraemer menstimulasikan seorang pasien dan menyebutkan program parry, karena ia menstimulasikan pasien paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memang ada, perbedaan respon sikotis dan respon normal lainnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilai dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dan kemampuan pemisahan antara respon simulasi komputer dan respon manusia. Colby dan para rekan-rekan penelitinya mengarahkan komputer  tersebut untuk melakukan tes turing, dengan meminta sekelompok psikiater untuk mewawancarai, parry menggunakan pesan yang disampaikan dalam bentuk ketikan. Pada juri atau psikiater diminta untuk mengukur kadar paranoia dari keseluruhan respon. Hasilnya mengindikasikan sulit dibedakannya model dan pasien dalam setting yang sangat special. Meskipun Colby dan rekan-rekannya berhasil memprogram komputer yang mampu merespon serupa dengan respon seorang pasien paranoid, dimana program ini juga lulus tes turing, tetapi program ini masih jauh dari konsep model pemahaman lengkap dan produksi bahasa.NETtalkadalahProgram yang jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jaringan-jaringan neuron, sehingga dinamakan NETtalk. Program ini di kembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Hardvard dan Rosenberg di Universitas Princeton. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. Model simulasi jaringan neuron terdiri atas beberapa ratus neuron dan ribuan koneksi. NETtalk “membaca keras-keras” dengan cara menkonfersi tulisan menjadi fonem-fonem, unit dasar dari suara sebuah sistem. Sistem ini, seperti sistem-sistem lain yang disudah diketahui sebelumnya dan memiliki tiga lapisan : lapisan input, dimana setiap unit merespon sebuah tulisan. Lapisan output, dimana unit menampilkan 55 fonem dalam bahasa inggris dan sebuah lapisan unit tersembunyi, dimana setiap unit ditambahkan koneksinya pada setiap unit input ataupun output. NETtalk membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi satu, dan dengan menscaning tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah informasi yang kontekstual. Setiap NETtalk membaca sebuah kata, program ini membandingkan pelafalnnya dengan lafal yang benar yang disediakan manusia, kemudian menyesuaikan kekuatannya untuk memperbaiki setiap kesalahan (Solso, 2007).
     Selain kecerdasan buatan (AI) yang dirancang dalam bentuk sistem pakar yaitu Eliza, Parry dan NETtalk. Penggunaan AI juga dapat digunakan sebagai expert system yang dapat digunakan untuk mendukung sistem pengambilan keputusan (Diagnosa).Pada dasarnya, sebuah sistem pakar adalah spesialis tiruan yang memecahkan masalah yang termasuk adalah keahliannya. Sistem pakar telah dirancang untuk memecahkan masalah dalam bidang kedokteran, hukum, aerodinamis, dan hal-hal rutin yang sangat banyak yang biasanya membosankan atau bahkan beberapa kasus yang sulit dipecahkan manusia.Sistem pakar (expert system) adalah suatu sistem komputer berbasis pengetahuan yang menyamai kemampuan pengambilan keputusan dari seorang pakar. Expert system juga merupakan suatu metode artificial intelligence yang berguna untuk meniru cara berpikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan berdasarkan situasi yang ada. Dengan Expert System seseorang dapat melakukan konsultasi kepada komputer, seolah-olah berkonsultasi langsung kepada seorang ahli. Contohnya adalah program aplikasi yang mampu meniru seorang ahli medis dalam mendeteksi berbagai macam penyakit berdasarkan keluhan-keluhan pasiennya.

Contoh Kasus
       Pada perkembangannya AI (artificial intelligence) muncul dengan beraneka bentuknya, yang saat ini telah menyentuh kehidupan sehari-hari kebanyakan manusia didunia. Pada zaman yang semakin maju ini banyak sekali orang-orang yang menggunakan alat-alat yang serba praktis untuk memudahkan kegiatan atau pekerjaan mereka seperti komputer, kalkulator, handphonehingga robot, semua itu termasuk dalam bagian dari kecerdasan buatan (artificial intelligence) karena alat-alat tersebut diciptakan untuk dapat membantu manusia dalam menyelesaikan masalah dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Komputer salah satu kecerdasan buatan yang merupakan alat yang berisi berbagai program yang sangat membatu manusia dalam mengerjakan pekerjaan, dengan menggunakan komputer manusia lebih praktis, dapat menghemat waktu karena komputer dapat mengolah data dengan cepat dan akurat dan program-program komputer bekerja lebih efektif.
                                                                                           
Analisa
       Pada kasus mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence) dapat dikatakan, bahwa seiring dengan munculnya berbagai kecerdasan buatan (artificial intelligence) seperti komputer, kalkulator, handphone hingga robot, membawa pengaruh terhadap kehidupan manusia, karena dengan semua alat-alat tersebut manusia dimudahkan dalam mengerjakan semua pekerjaan mereka dan lebih efektif.


Sumber 
Solso, Robbert. L., Maclin, Otto. H., &Maclin, M. Kimberly. (2007). Psikologikognitif.Jakarta :Erlangga.
http://ndygalery.com/2010/10/expert-system-sistem-pakar.html?m=1














ARSITEKTUR KOMPUTER & STRUKTUR KOGNISI MANUSIA


NAMA           : INDAH PERMATA SARI
KELAS          : 4PA10
NPM               :13511565

ARSITEKTUR KOMPUTER & STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

Pada zaman sekarang komputer dan manusia tidak dapat dipisahkan, karena komputer telah menjadi kebutuhan manusia untuk menunjang kinerja dan membantu kegiatan manusia menjadi lebih mudah dan sederhana. Menurut Syafrizal (2005)Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Sedangkan menurut Alfatta (2007Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.Arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seorang perancang software sistem untuk mengembangkan suatu progaram. Jadi arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputeryang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya
Kognisi berkembang sesuai atau mengikuti perkembangan manusia itu sendiri.Menurut Solso (2007)Struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan.Struktur kognisi manusia juga merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuan pun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
Dalam hal ini keterkaitan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer sangatlah erat kaitannya karena komputer dan kognisi manusia mempunyai suatu kesamaan dalam hal memproses informasi, seperti menerima (receives), menyimpan (storage), menarik (retrieves), mentranformasi (transforms), dan mentransmisi informasi (transmits).Komputer dapat menyimpan dan memproses data sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yaitu manusia. Manusia yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya. Karena manusia memiliki otak yang melakukan proses memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan, berbahasa yang disebut sebagai kognisi. Selain terdapat kaitan antara arsitektur komputer dengan stuktur kognisi manusia, arsitektur komputer juga mempunyai kelebihan dan kelemahan dibandingkan dengan stuktur kognisi pada manusia. Solso (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia. Kelebihan dari arsitektur komputer dibandingkan dengan struktur kognisi manusia yaitu pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat, Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat, dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain, hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh manusia. Selain kelebihan yang dimiliki arsitektur komputer juga memiliki kelemahan yaitu Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia, komputer tidak dapat melakukan generalisasi, komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks, komputer tidak mampu membuat kesimpulan, manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain, hal-hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh manusia.
Contoh Kasus:
Contoh kasus di kehidupan sehari-hari tentang keterkaitan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer. Bahwa selama ini kita tidak pernah sadar bahwa kognisi manusia dan arsitektur komputer saling berkaitan contohnya pada kognisi manusia saat sedang belajar kita akan menerima (receives) materi yang sedang diajarkan oleh dosen lalu menyimpannya (storage) didalam STM (short term memory)atau langsung tersimpan didalam LTM (long term memory) materi yang sudah diberikan oleh dosen tadi, lalu pada saat akan ujian kita akan memanggil (retrieval) kembali materi yang sudah disimpan tadi. Contoh pada arsitektur komputer adalah pada saat kita mengetik data atau komputer sedang menerima (receives) data, lalu kita mengesave atau menyimpan (storage) data tersebut, ketika sewaktu-waktu kita memerlukan data tersebut kita akan memanggilnya (retrieval) kembali dengan mensearching nama file atau data tersebut.
Analisa
Pada kasus mengenai arsiterktur komputer dan struktur kognisi manusia, dapat kita katakan bahwa kedua-duanya memiliki kesamaan dalam hal memproses informasi yaitureceives, storage dan retrieval, walaupun keduanya sama dalam memproses informasi tetapi keduanya berbeda dalam hal pengaplikasiannya. Dalam kasus ujian yang dimaksud receives ketika kita menerima materi perkuliahan, sedangkan strorage,ketika kita menyimpan materi perkuliahan tersebutdan retrieval pada saat ujian kita akan memanggil materi yang sebelumnya sudah disimpan di STM atau LTM. Sedangkan pada kasus arsitektur komputer yang dimaksud dengan receives ketika kita sedang menerima data atau mengetik data, sedangkan strorage pada arsitektur komputer ketika mengesave atau menyimpan data dan retrievalketika sewaktu-waktu kita memerlukan data tersebut kita akan memanggilnya kembali dengan mensearching nama file atau data tersebut. Hal ini menunjukan bahwa manusia yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya.
Sumber:
Alfatta, H. (2007). Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Solso, R. L., Maclin, O.H., & Maclin, M. K. (2007).PsikologiKognitifEdisiKedelapan. Jakarta:Erlangga.

Syafrizal, M. (2005). Pengantar jaringan komputer. Yogyakarta: Andi Offset.

INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


NAMA           : INDAH PERMATA SARI
KELAS          : 4PA10
NPM               : 13511565

INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

            Pada era moderen saat ini, informasi sudah menjadi kebutuhan untuk masyarakat saat ini, beraneka ragam informasi yang dibutuhkan seperti informasi pendidikan, informasi kesehatan dan masih banyak lagi informasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Adapun pengertian informasi yaitu data yang diolah kemudian menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, menggambarkan suatu kejadian (event) dan kesatuan nyata (fact and entity)serta digunakan untuk pengambilan keputusan (Mardi, 2011). Sedangkan informasi menurut Budi Sutedjo (dalam Rochaety dkk, 2011) Informasi merupakan hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan dan dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada. Dan menurut Gordon (dalam Rochaety dkk, 2011) Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi penerima dan memiliki nilai nyata yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan saat ini maupun saat mendatang.Jadi informasi adalah Hasil pemrosesan data yang diperoleh kemudian diolah dan diproes terlebih dahulu, sehingga memperoleh atau menghasilkan bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya dan merupakan pengetahuan yang relevan dan dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada yang dapat juga di gunakan untuk pengambilan keputusan. Sedangkan Sistem adalah sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk pencapaian tujuan (Rochaety, 2011). Menurut Puspitawati (2011) Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi sistem adalah sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian pengertian informasi dapat berinteraksi dengan sistem, dengan cara informasi atau pengetahuan yang diperoleh atau yang didapatkan, kemudian diolah oleh sistem dengan bantuan seorang ahli, sehingga dapat berinteraksi untuk menghasilkan sistem yang baik.
Sistem Informasi menurut Azhar Susanto (dalam Puspitawati, 2011), sistem informasi merupakan komponen-komponen dari subsistem yang saling berhubungan dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi.Dan menurut Azhar Susanto (2004) sistem informasi merupakan komponen-komponen dari subsistem yang saling berhubungan dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informsi. Sedangkan Psikologi menurut Branca (dalam Heru Basuki, 2008) merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. Richard Mayer (dalam Heru Basuki, 2008) Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia. Jadi Sistem Informasi Psikologiadalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi dan lebih mengarah kepada manusia sebagai pengguna sistem informasi yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia itu sendiri.Penggunaan sistem informasi dalam Psikologi lebih mengarah kepada manusia sebagai pengguna sistem informasi yang ada. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi mengacu kepada penggunaan-penggunaan software yang berkaitan dengan psikologi dan dapat menunjang tes-tes psikologi dalamhal pemberian tes maupun dalam hal skoring atau pemberian hasil tes psikologi. Misalnya tes intelegensi, tes kepribadian, tes minat dan bakat dan sebagainya. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi juga banyak dimanfaatkan oleh psikolog-psikog untuk melakukan konseling secara online. Konseling secara online memberi kemudahan antara psikolog dengan klien tanpa harus bertemu secara langsung dan memudahkan dalam hal waktu. Semua hal tersebut dapat berjalan karena pemanfaatan sistem informasi yang dirancang sedemikian rupa oleh manusia sehingga dapat berguna untuk manusia itu sendiri misalnya dalam psikologi yang penggunaan sistem informasi lebih mengarah kepada manusiasebagai pengguna sistem informasi itu sendiri.
Contoh Kasus
Pada sistem informasi psikologi, dapat dilihat pada tes-tes psikologi berbasis online. Apabila kita sering menggunakan media sosial seperti facebook atau twitter, akan mudah dijumpai konten-konten atau aplikasi yang berkaitan dengan psikologi seperti motivasi, dan tes-tes kepribadian. contohnya yaitu penggunaa komputer dalam pembuatan software-software untuk bidang psikologi. Contoh lain mungkin dengan sistem konseling online yang sekarang ini banyak beredar dan banyak hadir di situs jejaring sosial.

Analisa
Dengan muncul dan berkembangnya tes online seperti ini juga mempengaruhi dunia psikologi yang sudah ada. Jika biasanya kita yang harus bertemu dan bertatapan langsung dengan psikolog untuk bertanya dan berkonsultasi dengan masalah psikologis kita, sekarang ada suatu bentuk forum online yang menyediakan suatu sarana tanya jawab dengan ahli psikologi. dengan adanya tes dan bahasan psikologi secara online mepermudah kita, tetapi tetap akan lebih baik dan mendalam bila melakukan konsultasi dan tes dengan bertatap muka langsung dengan psikolog. Hal tersebut lebih efektif karena kita dapat bertanya lebih mendalam dengan psikolog tentang masalah-masalah yang ada pada diri kita.


Sumber :
Basuki, Heru. 2008. Psikologi umum. Jakarta: Univesitas Gunadarma
Mardi. 2011. Sistem informasi akutansi. Bogor: Ghalia Indonesia
Rochaety, E., Setyowati, T., Ridwan, Z, F. 2011. Sistem informasi manajemen. Jakarta: Mitra Wacana Media