Kamis, 29 Maret 2012

ALAT-ALAT OPTIK

Nama: indah permata sari
NPM : 13511565
KELAS: 1PA09


Alat – Alat Optik

          Secara umum, alat optik dapat dibedakan menjadi alat optik alami dan alat optik buatan. Mata merupakan alat optik alami, sedangkan alat optic buatan meliputi lup , kaca mata , kamera , teropong , dan mikroskop. Alat optik buatan tersusun dari cermin atau lensa .
  1. Mata
Mata merupakan alat penglihatan bagi kita. Mata kita memiliki bagian – bagian penting yang menentukan daya penglihatan kita .
    1. Bagian-Bagian Mata
Mata terdiri atas kornea, iris , pupil, lensa mata , retina dan syaraf optik .
1)      Kornea
                             Kornea berupa selaput tipis yang berfungsi melindungi bagian dalam mata dari
Pegaruh luar. Kornea memiliki indeks bias sekitar 1,376. di belakang kornea terdapat
semacam cairan yang di sebut aqueous hunor. Cairan ini memiliki indeks bias sama
dengan air yaitu 1,33. Aqueous humor berfungsi sebagai pembasuh mata .
2)      Iris
     Iris adalah selaput bola mata yang membentuk celah lingkaran. Warna iris memberikan warna pada mata. Warna biru, cokelat, maupun hitam mata seseorang sesuai warna iris yang di miliki.
3)      Pupil
     Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk iris. Pupil berfungsi mengatur benyaknya cahaya yang masuk ke mata. Disaat terdapat sedikit cahaya yang masuk ke mata, iris akan mengendur dan pupil akan membesarkan sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke mata. Di saat banyak terdapat cahaya yang masuk ke mata, iris akan menegang dan pupil akan mengecil sehingga cahaya yang masuk kemata berkurang .
4)      Lensa Mata
     Lensa mata berupa lensa cembung yang berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke mata .
5)      Retina
     Retina juga disebut selaput jala. Retina terletak dibagian belakang. Ia berfungsi sebagai layar untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Bayangan yang di terbentuk di retina bersifat nyata, terbalik dan di perkecil.
     Permukaan retina dilapisi jutaan sel peka cahaya. Semua sel bermuara ke syaraf optic yang meneruskan informasi ke otak. Meskipun bayangan yang terbentuk di retina berkebalikan dengan benda aslinya, otak kita tetap memiliki kesan bahwa bayangan itu tegak
    1. Pembentukan Bayangan di Retina
     Kita dapat melihat suatu benda dengan jelas jika bayangan benda itu terdapat di retina. Lensa mata mampu menebal dan menipis sesuai jarak benda yang diamati. Kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis ini di sebut gaya akomondasi mata.
Mata dikatakan berakomondasi maksimum jika lensa mata dalam keadaan paling tebal. Sebaliknya, mata dikatakan tak berakomondasi jika lensa mata dalam keadaan paling tipis. Untuk melihat benda yang jauh tak berhingga , mata tak berakomondasi, lensa mata dalam keadaan paling tipis. Jarak terjauh yang masih teramati dengan jelas oleh mata tak berakomondasi ini disebut titik jauh atau punctum remotum.
     Untuk melihat benda yang mendekat dengan jelas, lensa mata akan menebal hingga batas maksimum daya akomondasinya. Jarak terdekat benda dari mata yang masih teramati dengan jelas oleh mata berakomondasi maksimum ini di sebut titik dekat atau punctum proximum.
     Mata normal (emetop) memiliki titik dekat sekitar 25 cm dan titik jauh di tak berhingga. Dengan bertambahnya usia, kemampuan lensa mata biasanya berkurang sehingga penglihatan tak lagi normal. Bayangan benda yang seharusnya berada di retina mungkin bergeser di depan atau di belakang retina. Hal seperti ini merupakan gangguan penglihatan.
                        Ada beberapa gangguan penglihatan diantaranya adalah miopi, hipermetropi, presbiopi
                        dan astigmatisme.
1)      Miopi
Miopi juga di sebut rabun jauh atau terang dekat. Penderita miopi tak dapat melihat benda jauh secara dekat. Pada penderita miopi, bayangan benda jauh di depan retina. Penderita miopi di bantu dengan kacamata lensa cekung.
2)      Hipermetropi
Hipermetropi juga disebut rabun dekat atau terang jauh. Penderita hipermetropi tidak dapat melihat  benda dekat secara jelas. Titik dekatnya lebih dari 25 cm. pada penderita hipermetropi, bayangan benda jatuh di belakang retina. Penderita hipermetropi di bantu dengan kaca mata lensa cembung.
3)      Presbiopi
Penderita presbiopi tidak dapat jelas melihat benda yang letaknya jauh dan benda yang  dekat. Baik titik jauh maupun titik dekat penderita presbiopi telah bergeser dari posisi normalnya. Presbiopi biasanya terjadi karena usia tua. Penderita ini dapat di bantu dengan kacamata berlensa rangkap, yaitu berlensa positif dan berlensa negative.
4)      Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata yang terlalu cembung di salah satu sisinya. Akibatnya, sebuah titik akan terlihat segai garis. Benda bergaris dapat dilihat jelas, tetapi dalam arah tertentu saja, misalnya vertical atau horizontal saja. Penderita astigmatisme dibantu dengan kacamata berlensa silinder.
  1. Kamera
     Prnsip kerja kamera mirip dengan mata. Pada karena, bayangan jatuh pada film, lapisan peka cahaya yang di buat dari bahan seluloid. Ketika cahaya dari benda dengan berbagai intensitas mengenai film , tercetaklah bayangan pada film. Peran lapisan film pada kamera mirip dengan retina pada mata , menangkap bayangan.
     Hasil foto yang baik di tentukan oleh pencahayaan yang tepat. Diafragma pada kamera berfungsi mengatur bayak sedikitnya cahaya yang masuk. Peran diafragma kamera mirip peran pupil pada mata.
  1. Lup
     Lup terbuat dari lensa cembung, lup menghasilkan bayangan yang lebih besar daripada
bendanya sehingga sering di sebut sebagai kaca pembesar. Bayangan yang dihasilkan lup bersifat maya tegak, di perbesar.
  1. Mikroskop
Untuk melihat benda atau makhluk yang sangat kecil seperti bakteri dan virus , kita memerlukan mikroskop. Mikroskop mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000 kali.
Mikroskop terdiri atas dua lensa cembung. Lensa yang langsung berhadapan dengan mata di sebut okuler, Sedangkan lensa yang berhadapan dengan benda di sebut lensa objektif.
Lensa okuler mikroskop berfungsi sebagai lup. Bayangan yang dihasilkan lensa objektif merupakan benda bagi lensa okuler. Bayangan dari lensa objektif ini harus terletak antara pusat optis dan titik focus lensa okuler.


  1. Teropong
     Teropong merupakan alat optik untuk melihat benda-benda jauh. Teropong berfungsi “mendekatkan” benda kemata kita. Ada dua jenis teropong, yaitu teropong bias dan teropong pantul. Teropong bias menggunakan lensa, sedangkan teropong pantul menggunakan cermin.
     Ada beberapa contoh teropong pantul , yaitu teropong Cassegrain, teropong Newtonian, dan teropong Gregorian. Adapun teropong bias yang akan kita pelajari meliputi teropong bintang, teropong bumi, dan periskop.
a)      Teropong Bintang
Teropong bintang di gunakan untuk mengamati benda-benda langit, seperti bintang, planet, dan asteroid. Teropong bintang menggunakan dua lensa cembung, satu sebagai lensa objektif, yang lain sebagai lensa okuler.
b)      Teropong Bumi
Teropong bumi di gunakan untuk melihat benda-benda dipermukaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa cembung yang masing-masing berperan sebagai lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa okuler. Lensa pembalik berfungsi membalik bayangan dari lensa objektif agar teramati seperti keadaan aslinya oleh lensa okuler ( tidak terbalik ). Selain keberadaan lensa pembalik, prinsip kerja teropong bumi sama dengan prinsip kerja teropong bintang.
c)      Perskop
Periskop merupakan alat optik yang biasa di gunakan dalam kapal selam. Periskop digunakan untuk mengamati benda-benda di permukaan air. Periskop terdiri atas dua lensa cembung dan dua prisma siku-siku .
  1. Proyektor
Proyektor merupakan alat optik yang berfungsi memproyeksikan gambar ke layar. Berdasarkan jenis gambar yang diproyeksikan, proyektor dapat di bedakan menjadi dua yaitu episkop dan diaskop.
a.       Episkop
Episkop merupakan jenis proyektor yang berfungsi memproyeksikan gambar-gambar yang tidak tembus cahaya. Bayangan hasil proyeksi bersifat nyata dan lebih besar daripada ukuran aslinya.



b.      Diaskop
Diaskop merupakan jenis proyektor yang berfungsi memproyeksikan gambaran-gambaran yang tembus cahaya. Bayangan hasil proyeksinya bersifat nyata dan lebih besar daripada ukuran aslinya.
Berdasarkan kegunaannya, diaskop dapat dikelompokan menjadi tiga jenis , yaitu , proyektor film, proyektor slide dan over head projector ( OHP )
1)      Proyektor Film
Prinsip kerja proyektor film ini adalah memancarkan cahaya pada gambar tembus pandang yang akan diteruskan kelensa cembung. Banyangan nyata dan diperbesar dari lensa cembung akan ditangkap oleh layar. Proyektor film juga dilengkapi cermin cekung untuk memfokuskan sinar.
2)      Proyektor Slide
Prinsip kerja proyektor slide mirip dengan prinsip kerja proyektor film. Perbedaannya terletak pada kecepatan penggantian gambar. Pada proyektor film, penggantian gambar lebih cepat daripada proyektor slide.
3)      Over Head Projector
OHP digunakan untuk memproyeksikan gambar pada lapisan tembus cahaya . contoh lapisan tembus cahaya adalah plastik trasparansi.












Sumber Buku : Fisika 1
Pengarang : Purwoko . Fendi
Penerbit : Yudhistira

Senin, 12 Maret 2012

Proses Terjadinya Bumi

Nama : Indah Permata Sari
NPM:13511565
Kelas : 1PA09




PROSES TERJADINYA BUMI
          Bentuk permukaan bumi selalu mengalami perubahan . Perubahan – perubahan tersebut akan terus terjadi sepanjang masa,  baik secara perlahan maupun secara cepat. Proses perubahan bentuk permukaan bumi disebabkan oleh tenaga geologi, yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi (endogen) dan tenaga yang berasal dari luar bumi (eksogen). Kekuatan tenaga endogen dapat menyebabkan terjadinya gunung api dan gempa bumi yang sangat dahsyat , sedangkan tenaga eksogen merupakan tenaga yang merusak bentuk-bentuk permukaan bumi dari luar .
            Sejalan dengan kemajuan berpikir manusia, pengetahuan tentang bumi di mulai dari bentuk luar bumi. Kondisi fisik bumi, seperti bentuk permukaan,jari-jari, dan gejala-gejala fisik lainnya telah banyak diketahui terlebih dahulu daripada kondisi dalam bumi. Berdasarkan beberapa pengamatan diketahui bahwa bumi berbentuk bulat bola yang menempatkan di bagian kutubnya. Garis tengah dikhatulistiwa adalah 12.756,32 km dan jarak antara kutub utara dan kutub selatan adalah 12.713,54 km.
            Bumi dengan segala isi dan bentuknya merupakan salah satu planet anggota tata surya yang beredar mengelilingi Matahari. Karena bumi merupakan bagian dari tata surya, sejarah terbentuk dan perkembangan bumi berhubungan dengan sejarah terbentuknya tata surya .
1.    Teori Kabut (Nebula)
a.    Immanuel Kant
            Immanuel Kant merupakan seorang filsuf dan ilmuan Jerman. Pada tahun 1755, ia membuat hipotesis yang menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan kabut (nebula) yang terdiri atas bermacam-macam gas . Nebula tersebut berpilin lambat. Gas-gas yang berukuran besar menarik gas-gas yang berukuran kecil sehingga membentuk gumpalan gas yang mirip dengan cakram. Ketika cakram tersebut memepat, sebagian besar gas berada dipusat cakram. Pusat cakram membentuk gumpalan kabut bermassa besar yang kemudian menjadi Matahari. Adapun gas-gas di bagian tepi mengalami penurunan suhu dan menyusut membentuk planet-planet yang mengelilingi Matahari.
b.    Piere Simon de Laplace
            Piere Simon de Laplace merupakan seorang ahli fisika prancis. Pada tahun 1796 ia menyatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Karena kabut selalu memancarkan panas dialam semesta yang dingin, kabut tersebut mengalami penyusutan dan membentuk bola gas.penyusutan tersebut menyebabkan pilinan bola gas makin cepat. Akibatnya terjadi pemepatan di kedua kutubnya dan melebar di bagian ekuator menyerupai gelang-gelang karena penumpukan gas.
            Pilinan bola gas yang makin cepat menyebabkan sebagian massa gas di ekuator makin menjauh dari bola gas, kemudian membentuk bola-bola gas yang lebih kecil dan mengelilingi bola gas awal. Bola-bola gas kecil tersebut kemudian mendingin menjadi planet, sedangkan bola gas awal menjadi Matahari.
2.    Teori Planetesimal
            Teori planetesimal di kemukakan oleh Chamberlin dan Moulton pada tahun 1905. Teori planetesimal menyatakan bahwa tata surya berasal dari gumpalan kabut yang berbentuk spiral atau pilin sehingga di sebut kabut pilin. Di dalam kabut itu terdapat material-material padat yang di sebut planetesimal. Tiap –tiap planetesimal mempunyai orbit bebas sehingga terjadi tabrakan-tabrakan. Dengan adanya gaya gravitasi , terbentuklah gumpalan –gumpalan yang besar dan lebih pampat. Gumpalan terbesar terletak ditengah ( pusat ) kabut dan menjadi pusat peredaran yang kemudian di sebut Matahari. Adapun gumpalan –gumpalan yang lebih kecil menjadi planet –planet yang secara bersamaan berrevolusi terhadap Matahari.
3.    Teori Pasang Surut
            Teori pasang surut pertama kali di sampaikan oleh Buffon (1707-1788). Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari adanya materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet. Teori pasang surut di kemukakan Buffon kemudian di perbaiki oleh dua orang ilmuan Inggris , yaitu Sir James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1919.
            Jeans dan Jeffreys menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas pada Matahari. Efek pasang itu di sebabkan oleh gaya gravitasi sebuah bintang besar yang melintasi Matahari. Gas – gas panas tersebut kemudian terlepas dari Matahari dan mulai mengelilingi Matahari. Selanjutnya , gas –gas panas berubah menjadi bola-bola cair. Tiap- tiap bola secara perlahan mendingin dan membentuk lapisan keras di sekelilingnya menjadi planet- planet dan satelit –satelit.
4.    Teori Awan Debu (Proto Planet)
            Teori proto planet di kemukakan oleh seorang ahli astronomi Jerman, Carl von Weizsaecker pada tahun 1940. Teori proto planet kemudian disempurnakan antara lain oleh Gerard P. Kuiper pada tahun 1950. Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbuntuk oleh gumpalan awan gas dan debu yang jumlahnya sangat banyak. Lebih dari 15.000 juta tahun yang lalu salah satu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola. Pada saat itulah terjadi pilinan .
            Dengan adanya pilinan, gumpalan-gumpalan bola menjadi pipih menyerupai cakram, yaitu tebal di bagian tengah dan pipih di bagian tepinya. Bagian tengah yang tebal berpilin lebih lambat daripada bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah saling menekan sehingga menimbulkan panas dan cahaya. Bagian tengah itu kemudia di sebut Matahari.
            Partikel-partikel di bagian tepi yang berpilin lebih cepat menyebabkan gumpalan-gumpalan awan gas dan debu terpecah-pecah menjadi gumpalan-gumpalan itu kemudian membeku menjadi bahan planet dan satelitnya. Oleh karena itu bahan –bahan planet tersebut disebut protoplanet dan teorinya di sebut teori protoplanet.
5.    Teori Bintang Kembar
            Teori bintang kembar dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Inggris R.A. Lyttleton sekitar tahun 1930-an. Teori itu menyatakan bahwa galaksi kita berisi banyak kombinasi bintang kembar. Oleh karena itu, Lyttleton juga menganggap Matahari memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya. Bintang kembar an Matahari tersebut kemudian meledak menjadi unsur-unsur gas dan terperangkap oleh gaya gravitasi Matahari. Awan gas kemudian mendingin membentuk planet-planet dan satelit-satelitnya yang mengelilingi Matahari dan membentuk tata surya. Adapun proses pembentukan planet dan satelit sama dengan teori pasang surut .















Sumber Buku ; GeoGrafi 1 SMA Kelas X
Pengarang : Yusman Hestiyanto
Penerbit : Yudhistira