Jumat, 03 Mei 2013

FENOMENA - FENOMENA YANG BERKAITAN DENGAN PSIKOLOGI

NAMA : INDAH PERMATA SARI
NPM : 13511565
KELAS : 2PA10


FENOMENA YANG TERJADI DALAM MASAYARAKAT BERKAITAN DENGAN KESEHATAN MENTAL “ PERSONALITY DISORDERS “
Fenomena yang sering dialami oleh masyarakat saat ini salah satunya adalah Personality disorders. Personality disorders,  ketidakmampuan seseorang untuk berperilaku dan mengatasi stress, seperti perilaku antisosial. Hans Selye (dalam Sehnert, 1981) yang mendefinisikan stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh pada tiap tuntutan yang dikenakan padanya. Stress adalah suatu keadaan yang bersifat internal, yang bisa disebabkan oleh tuntutan fisik (badan), atau lingkungan, dan situasi sosial, yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol. Gangguan-gangguan karena kecemasan  Seseorang mengalami gangguan kecemasan bila setiap saat dalam kehidupannya sehari-hari ia selalu merasakan tegangan psikologis yang cukup tinggi, walaupun persoalan yang dihadapi cukup ringan. Kecemasan adalah emosi tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan seperti “kuatir”, “prihatin”, “tegang”, “takut” yang dialami oleh semua manusia tetapi dengan kadar yang berbeda-beda. Orang yang selalu cemas, kadang-kadang akan terserang rasa panik, yaitu suatu periode ketakutan yang luar biasa seakan-akan malapetaka besar akan terjadi. Keadaan ini akan diikuti oleh gejala-gejala gangguan fisik seperti jantung berdegub kencang, nafas tersenggal-senggal, keringat dingin, gemetar yang hebat, bahkan kadang-kadang sampai pingsan. Individu yang mengalami gangguan kecemasan tidak tahu faktor-faktor yang menyebabkan dia bertingkah laku seperti itu. Kecemasan ini sering disebut free-floating, karena tidak jelas faktor yang menyebabkannya.
Banyaknya tekanan yang menuntut dalam setiap kehidupan manusia, tidak dapat dipungkiri dapat menyebabkan terjadinya stress.  Namun, tidak hanya tekanan saja yang dapat menyebabkan stress. Penyebab stress pun berbagai macam diantaranya berasal dari lingkungan karya, lingkungan sosial, atau pun perkembangan zaman. Dan stress juga bisa bersumber dari tekanan, konflik, frustasi, dan krisis. Kemudian hasil dari stress tersebut dapat menimbulkan kecemasan-kecemasan yang dapat menganggu kesehatan mental seseorang.

Sumber :
Basuki, Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma


PENYESUAIAN DIRI DAN STRESS

NAMA : INDAH PERMATA SARI
NPM : 13511565
KELAS : 2PA10


[ TUGAS 2 ]
A.   Penyesuaian Diri
1.     Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah prilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut dapat diberikan batasan bahwa kemampuan manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya.

2.     Konsep Penyesuaian Diri
Penyesuaian dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai adaptasi dapat mempertahankan eksistensinya atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial. Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip. Penyesuaian sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respons-respons sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan, dan frustrasi-frustrasi secara efisien.
Individu memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang memenuhi syarat. Penyesuaian sebagai penguasaan dan kematangan emosional. Kematangan emosional maksudnya ialah secara positif memiliki responss emosional yang tepat pada setiap situasi. Disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungannya.

3.     Pertumbuhan Personal
a.      Penekanan pertumbuhan, penyesuain diri dan pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah)
yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957)bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
b.  Variasi dalam pertumbuhan
Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya.
c.  Kondisi-kondisi untuk bertumbuh
Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan strukrur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembanganya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstomorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sisitem saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.
d.  Fenomenologi pertumbuhan
Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipersepsi dan diinterpretasi secara subyektif. Setiap, orang mengalami dunia dengan caranya sendiri. “Alam pengalaman setia orang berbeda dari alam pengalaman orang lain.” (Brouwer, 1983:14 Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan-tulisan Carl Rogers, yang boleh disebut sebagai-_Bapak Psikologi Humanistik. Carl Rogers menggarisbesarkan pandangan Humanisme sebagai berikut (kita pinjam dengan sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen, 1974:33):

B.    Stress
1.     Pengertian Stress, Efek-efek Stess “General Adaptation Syndrom” . menurut Hans   Selye
Hans Selye (dalam Sehnert, 1981) yang mendefinisikan stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh pada tiap tuntutan yang dikenakan padanya. Stress adalah suatu keadaan yang bersifat internal, yang bisa disebabkan oleh tuntutan fisik (badan), atau lingkungan, dan situasi sosial, yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol.
Hans Selye (1946,1976) telah melakukan riset terhadap 2 respon fisiologis tubuh terhadap stress : Local Adaptation Syndrome (LAS) dan General Adaptation Syndrome (GAS).
a.    Local Adaptation Syndrom (LAS)
Tubuh menghasilkan banyak respons setempat terhadap stress. Respon setempat ini termasuk pembekuan darah dan penyembuhan luka, akomodasi mata terhadap cahaya, dll. Responnya berjangka pendek.
Karakteristik dari LAS :
1)   respon yang terjadi hanya setempat dan tidak melibatkan semua system
2)   respon bersifat adaptif; diperlukan stressor untuk menstimulasikannya.
3)   respon bersifat jangka pendek dan tidak terus menerus.
4)   respon bersifat restorative.
Respon LAS ini banyak kita temui dalam kehidupan kita sehari – hari seperti yang diuraikan dibawah ini :
1)   Respon inflamasi
Respon ini distimulasi oleh adanya trauma dan infeksi. Respon ini memusatkan diri hanya pada area tubuh yang trauma sehingga penyebaran inflamasi dapat dihambat dan proses penyembuhan dapat berlangsung cepat. Respon inflamasi dibagi kedalam 3 fase:
      Fase pertama : adanya perubahan sel dan system sirkulasi, dimulai dengan penyempitan pembuluh darah ditempat cedera dan secara bersamaan teraktifasinya kini,histamin, sel darah putih. Kini berperan dalam memperbaiki permeabilitas kapiler sehingga protein, leucosit dan cairan yang lain dapat masuk ketempat yang cedera tersebut.
      Fase kedua : pelepasan eksudat. Eksudat adalah kombinasi cairan dan sel yang telah mati dan bahan lain yang dihasilkan ditempat cedera.
      Fase ketiga : Regenerasi jaringan dan terbentuknya jaringan parut.
2)   Respon refleks nyeri
Respon ini merupakan respon adaptif yang bertujuanmelindungi tubuh dari kerusakan lebih lanjut. Misalnya mengangkat kaki ketika bersentuhan dengan benda tajam.
b.   General Adaptation Syndrom (GAS)
Gas merupakan respon fisiologis dari seluruh tubuh terhadap stres. Respon yang terlibat didalamanya adalah sistem saraf otonom dan sistem endokrin. Di beberapa buku teks GAS sering disamakan dengan Sistem Neuroendokrin. Ada 3 fase GAS yaitu :
1)   Fase Alarm ( Waspada)
Melibatkan pengerahan mekanisme pertahanan dari tubuh dan pikiran untuk menghadapi stressor. Reaksi psikologis “fight or flight” dan reaksi fisiologis. Tanda fisik : curah jantung meningkat, peredaran darah cepat, darah di perifer dan gastrointestinal mengalir ke kepala dan ekstremitas. Banyak organ tubuh terpengaruh, gejala stress memengaruhi denyut nadi, ketegangan otot dan daya tahan tubuh menurun
Fase alarm melibatkan pengerahan mekanisme pertahanan dari tubuh seperti pengaktifan hormon yang berakibat meningkatnya volume darah dan akhirnya menyiapkan individu untuk bereaksi. Hormon lainnya dilepas untuk meningkatkan kadar gula darah yang bertujuan untuk menyiapkan energi untuk keperluan adaptasi, teraktifasinya epineprin dan norepineprin mengakibatkan denyut jantung meningkat dan peningkatan aliran darah ke otot. Peningkatan ambilan O2 dan meningkatnya kewaspadaan mental.
Aktifitas hormonal yang luas ini menyiapkan individu untuk melakukan “ respons melawan atau menghindar “. Respon ini bisa berlangsung dari menit sampai jam. Bila stresor masih menetap maka individu akan masuk ke dalam fase resistensi.
2)   Fase Resistance (Melawan)
Individu mencoba berbagai macam mekanisme penanggulangan psikologis dan pemecahan masalah serta mengatur strategi. Tubuh berusaha menyeimbangkan kondisi fisiologis sebelumnya kepada keadaan normal dan tubuh mencoba mengatasi faktor-faktor penyebab stress. Bila teratasi à gejala stress menurun àtau normal
tubuh kembali stabil, termasuk hormon, denyut jantung, tekanan darah, cardiac out put. Individu tersebut berupaya beradaptasi terhadap stressor, jika ini berhasil tubuh akan memperbaiki sel – sel yang rusak. Bila gagal maka individu tersebut akan jatuh pada tahapa terakhir dari GAS yaitu : Fase kehabisan tenaga.
3)   Fase Exhaustion (Kelelahan)
Merupakan fase perpanjangan stress yang belum dapat tertanggulangi pada fase sebelumnya. Energi penyesuaian terkuras. Timbul gejala penyesuaian diri terhadap lingkungan seperti sakit kepala, gangguan mental, penyakit arteri koroner, dll. Bila usaha melawan tidak dapat lagi diusahakan, maka kelelahan dapat mengakibatkan kematian.
Tahap ini cadangan energi telah menipis atau habis, akibatnya tubuh tidak mampu lagi menghadapi stres. Ketidak mampuan tubuh untuk mepertahankan diri terhadap stressor inilah yang akan berdampak pada kematian individu tersebut.
2.     Faktor-faktor Individual dan Sosial yang Menjadi Penyebeb Stress
a. Faktor sosial.
Selain peristiwa penting, ternyata tugas rutin sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa, seperti kecemasan dan depresi. Dukungan sosial turut mempengaruhi reaksi seseorang dalam menghadapi stres.
Dukungan sosial mencakup:
Dukungan emosional, seperti rasa dikasihi;
Dukungan nyata, seperti bantuan atau jasa; dan
Dukungan informasi, misalnya nasehat dan keterangan mengenai masalah tertentu.
b. Faktor Individual
Tatkala seseorang menjumpai stresor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stresor tersebut yang akan mempengaruhi reaksinya terhadap stresor itu yaitu: Berapa lamanya (duration) ia harus menghadapi stresor itu dan berapa terduganya stresor itu (predictability).

3. Tipe-tipe Sterss
a. Tekanan
Kita dapat mengalami tekanan dari dalam maupun luar diri, atau keduanya. Ambisi personal bersumber dari dalam, tetapi kadang dikuatkan oleh harapan-harapan dari pihak di luar diri.
b. Konflik.
Konflik terjadi ketika kita berada di bawah tekanan untuk berespon simultan terhadap dua atau lebih kekuatan-kekuatan yang berlawanan.
- Konflik menjauh-menjauh: individu terjerat pada dua pilihan yang sama-sama tidak disukai. Misalnya seorang pelajar yang sangat malas belajar, tetapi juga enggan mendapat nilai buruk, apalagi sampai tidak naik kelas.
- Konflik mendekat-mendekat. Individu terjerat pada dua pilihan yang sama-sama diinginkannya. Misalnya, ada suatu acara seminar sangat menarik untuk diikuti, tetapi pada saat sama juga ada film sangat menarik untuk ditonton.
- Konflik mendekat-menjauh. Terjadi ketika individu terjerat dalam situasi di mana ia tertarik sekaligus ingin menghindar dari situasi tertentu. Ini adalah bentuk konflik yang paling sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus lebih sulit diselesaikan. Misalnya ketika pasangan berpikir tentang apakah akan segera memiliki anak atau tidak. Memiliki anak sangat diinginkan karena pasangan dapat belajar menjadi orang dewasa yang sungguh-sungguh bertanggungjawab atas makhluk kecil yang sepenuhnya tak berdaya. Di sisi lain, ada tuntutan finansial, waktu, kemungkinan kehadiran anak akan mengganggu relasi suami-istri, dan lain sebagainya.
c. Frustrasi.
Frustrasi terjadi ketika motif atau tujuan kita mengalami hambatan dalam pencapaiannya.
- Bila kita telah berjuang keras dan gagal, kita mengalami frustrasi.
- Bila kita dalam keadaan terdesak dan terburu-buru, kemudian terhambat untuk melakukan sesuatu (misal jalanan macet) kita juga dapat merasa frustrasi.
- Bila kita sangat memerlukan sesuatu (misalnya lapar dan butuh makanan), dan sesuatu itu tidak dapat diperoleh, kita juga mengalami frustrasi.
d. Kecemasan
Respon yang paling umum terhadap suatu stresor adalah kecemasan. Kecemasan adalah emosi tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan seperti “kuatir”, “prihatin”, “tegang”, “takut” yang dialami oleh semua manusia tetapi dengan kadar yang berbeda-beda.
Orang yang mengalami peristiwa di luar rentang penderitaan manusia normal ( misalnya bencana alam , penculikan dll) akan mengalami suatu kumpulan gejala berat yang berkaitan dengan kecemasan dan di kenal sebagai gangguan stress pasca-traumatik . gejala utamanya adalah:
a)              Kondisi mati rasa terhadap dunia luar, yang ditandai dengan hilangnya minat terhadap aktivitas dahulu dan adanya rasa tersingkir dari orang lain.
b)              Kecenderungan menghidupkan trauma secara berulang-ulang dalam kenangan dan mimpi.
c)              Gangguan tidur, sulit berkonsentrasi dan kesiagaan yang berlebihan ( over alertness); sebagian individu yang selamat dari bencana, misalnya, merasa bersalah karena banyak orang lain yang tidak selamat.
4. Mekanisme Pertahanan Diri dan Strategi Coping
1. Menghilangkan stres mekanisme pertahanan, dan penanganan yang berfokus pada masalah
Menurut Lazarus (dalam Santrock, 2003 : 566) penanganan stres atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
a. Coping yang berfokus pada masalah (problem-focused coping) adalah istilah Lazarus untuk strategi kognitif untuk penanganan stres atau coping yang digunakan oleh individu yang menghadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.
b. Coping yang berfokus pada emosi (problem-focused coping)adalah istilah Lazarus untuk strategi penanganan stres dimana individu memberikan respon terhadap situasi stres dengan cara emosional, terutama dengan menggunakan penilaian defensif.

2. Strategi penanganan stres dengan mendekat dan menghindar (Santrock, 2003 : 567) :
a. strategi mendekati (approach strategies) meliputi usaha kognitif untuk memahami penyebab stres dan usaha untuk menghadapi penyebab stres tersebut dengan cara menghadapi penyebab stres tersebut atau konsekuensi yang ditimbulkannya secara langsung
b. strategi menghindar (avoidance strategies) meliputi usaha kognitif untuk menyangkal atau meminimalisasikan penyebab stres dan usaha yang muncul dalam tingkah laku, untuk menarik diri atau menghindar dari penyebab stres

Menurut Ebata & Moos, 1994 (dalam Santrock, 2003 : 567) individu yang menggunakan strategi mendekat untuk menghadapi stres adalah remaja yang berusia lebih tua, lebih aktif, menilai stresor utama yang muncul sebagai sesuatu yang dapat dikendalikan dan sebagai suatu tantangan, dan memiliki sumber daya sosial yang dapat digunakan. Sedangkan, individu yang menggunakan strategi menghindar mudah merasa tertekan dan mengalami stres, memiliki stresor yang lebih kronis, dan telah mengalami kejadian-kejadian yang lebih negatif dalam kehidupannya selama tahun sebelumnya.
3. Berpikir positif dan self-efficacy
Menurut Bandura (dalam Santrock, 2003 : 567) self-efficacy adalah sikap optimis yang memberikan perasaan dapat mengendalikan lingkungannya sendiri.
Menurut model realitas kenyataan dan khayalan diri yang dikemukan oleh Baumeister, individu dengan penyesuaian diri yang terbaik seringkali memiliki khayalan tentang diri mereka sendiri yang sedikit di atas rata-rata. Memiliki pendapat yang terlalu dibesar-besarkan mengenai diri sendiri atau berpikir terlalu negatif mengenai diri sendiri dapat mengakibatkan konsekuensi yang negatif. Bagi beberapa orang, melihat segala sesuatu dengan terlalu cermat dapat mengakibatkan merasa tertekan. Secara keseluruhan, dalam kebanyakan situasi, orientasi yang berdasar pada kenyataan atau khayalan yang sedikit di atas rata-rata dapat menjadi yang paling efektif (dalam Santrock, 2003 : 568).
4. Sistem dukungan
Menurut East, Gottlieb, O’Brien, Seiffge-Krenke, Youniss & Smollar (dalam Santrock, 2003 : 568), keterikatan yang dekat dan positif dengan orang lain – terutama dengan keluarga dan teman – secara konsisten ditemukan sebagai pertahanan yang baik terhadap stres.
5. Berbagai strategi penanganan stres
Dalam penanganan stres dapat menggunakan berbagai strategi coping, karena stres juga disebabkan tidak hanya oleh satu faktor, melainkan oleh berbagai faktor (Susman, 1991 dalam Santrock, 2003 : 569).

5. Pendekatan Problem Solving Terhadap Stress
1. Problem Solving
Kita mengalahkan stress dengan cara menyelesaikan problem stressor (hal yangmembuat stress itu). Misalnya, kita stress karena menderita suatu penyakit, maka kitamenyelesaikan masalah dengan berobat sehingga penyakit kita bisa sembuh. Ataubisa juga dengan mengusahakan agar kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang terjadi ( bila situasinya sendiri tidak bisa berubah).




Sumber :
Basuki, Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Rabu, 02 Januari 2013

Dampak Positif dan Negatif Tes Psikologi Online

nama : indah permata sari
kelas : 2PA10
npm : 13511565




Dampak Positif dan Negatif Tes Psikologi Online
         
          Tes Psikologi merupakan alat / instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan potensial psikologis subyek (potential ability). Potential ability subyek adalah kemampuan yang tidak nyata yang berperan menunjang kemampuan nyata (actual ability). Contoh potential ability ialah intelegensi ( intelligence ), bakat ( aptitude ), minat ( attitude ), kepribadian ( personality ), emosi ( emotion ) dan motivasi ( motivation ).
            Tes Psikologi atau yang sering juga disebut Psikotes merupakan salah satu tahap yang dilalui dalam proses penerimaan calon tenaga kerja. Tes psikologi di berikan kepada pelamar kerja atau calon tenaga kerja untuk mengetahui kepribadian pelamar kerja atau calon tenaga kerja dan mengetahui kemampuan yang terdapat didalam diri pemalamar kerja atau calon tenaga kerja.
            Tes Psikologi Online merupakan tes psikologi yang bisa digunakan atau di coba melalui sebuah sambungan internet, dimana hal itu mempermudah cara kita untuk mengetahui potensi kemampuan kita dan dari tes online tersebut kita dapat mempelajari berbagai tes psikologi.
Untuk saat ini cukup banyak situs penyedia tes psikologi, dan kita pun bisa mencarinya dari search engine dengan mengetik kata kunci tes psikologi online. Biasanya penyedia tes psikologi online berasal dari luar negeri, dan biasanya juga pertanyaan-pertanyaannya juga menggunakan bahasa Inggris. 
Tes psikologi yaitu bertujuan untuk menguji dan mengetahui kemampuan seseorang berpikir sesuai nalar atau masuk akal melalui internet . Jika seseorang mendapatkan skor tinggi pada tes logika tersebut berarti seseorang tersebut  memiliki daya nalar yang tinggi pula dalam menyelesaikan dan memahami soal-soal psikologi tersebut . serta mengetahui perbedaan kemampuan orang per orang . Dengan melalui internet atau online ,orang tersebut bisa dengan mudah mengakses progam-program tes psikologi yang sudah ada dalam internet .






Dampak Positif dan Negatif  Tes psikologi online
·                    Positif :
-          Dapat lebih percaya diri karena sudah berlatih dan mempersiapkan diri sebelum tes tersebut dimulai.
-           Dapat berlatih melalui contoh soal-soal yang disediakan oleh situs yang menyediakan tes psikologi online.
-        Dapat mengetahui berbagai jenis Contoh soal dalam tes psikologi.
-          Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan
            internet.
-          Bisa mencoba-coba beberapa kali tes tersebut atau tes yang lainnya
-          Hasil tesnya pun langsung dapat diketahui tanpa harus menunggu waktu yang
            Cukup lama.
-           Dapat mengetahui jawaban yang benar atau tepat dari contoh soal-soal tes
            Psikologi tersebut.

·                    Negatif :
-          Kerahasiaan alat tes semakin terancam
-          Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
-           Hasil dari tes psikologi yang dilakukan oleh pelamar kerja atau calon tenaga kerja  yang sebelumnya menggunakan atau berlatih contoh soal-soal dari tes psikologi online tidak menunjukkan hasil yang sebenarnya dari pelamar kerja atau calon pegawai karena sebelumnya mereka telah berlatih dengan menggunakan situs yang menyediakan contoh soal-soal dari tes psikologi.
-          Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi  
           yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-
           aspek sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut
           menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi
          sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes psikologi)
           karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin yang
           diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena
           penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun
           hasilnya kurang valid. 
-           Banyak terjadi penipuan yang dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak  
bertanggung yang mencari keuntungan dengan memanfaatnya situs palsu penyedia tes psikologi yang meminta bayaran jika kita ingin mengakses sistus tesebut.


Sumber            :

Rabu, 07 November 2012

FENOMENA TWITTER

NAMA : INDAH PERMATA SARI
KELAS : 2 PA 10
NPM : 13511565



Fenomena Twitter

            Twitter adalah jejaring social yang mempunyai banyak fasilitas dan pengguna aktif. Di twitter orang dapat berkenalan dengan sesama pengguna twitter dan berkomunikasi. Twitter bisa digunakan sebagai sarana yang hebat untuk terus berhubungan dengan teman-teman kita. Kita bisa memberikan informasi dengan cepat tentang keberadaan kita ataupun apa yang akan kita lakukan.

Format jawaban pendek yang disebut dengan tweet itu menunjukkan karakteristik layanan yang diberikan oleh Twitter yang merupakan keunggulannya dibanding situs lain. Twitter memudahkan disampaikannya informasi singkat dan padat tanpa harus bersusah payah mengirim SMS atau e-mail. Keunggulan lainnya adalah kita bisa berbagi informasi dengan orang-orang lain di luar kontak HP atau e-mail kita. Tentu saja, hal ini bisa membuat lingkaran teman kita lebih banyak, lebih luas, dan kita bisa bergabung ke dalam komunitas orang-orang yang lebih besar dan cepat berkembang.

Untuk urusan bisnis, Twitter bisa dijadikan alat untuk mengumumkan kabar terbaru atau posting blog terbaru dari sebuah perusahaan bahkan berinteraksi dengan konsumen. Twitter juga memudahkan kolaborasi internal dan komunikasi dalam sebuah kelompok. Menggunakan layanan Twitter pun tampaknya jauh lebih mudah daripada layanan jejaring pertemanan lainnya. Kita bisa mengirimkan pesan singkat kita melalui beberapa cara, bisa melalui situs Twitter secara langsung, melalui SMS, atau melalui aplikasi Twitter lainnya seperti Twirl, Snitter, atau Twitterfox yang merupakan aplikasi tambahan untuk browser Firefox.

            Twitter juga membawa dampak yang positif dan negatif bagi penggunanya. Dampak positifnya yaitu : kita bisa berkomunikasi dengan teman kita yang keberadaannya jauh dari kita, twitter bisa sebagai tempat untuk bersilahturrahmi dengan teman-teman lama kita sewaktu sekolah atau kerja.atau bisa di katakana sebagai ajang reoni, kita juga dapat mencari informasi lowongan pekerjaan lewat twitter dan masih banyak lagi . Dan ada pula dampak negatif dari twitter yaitu : kita bisa jadi lupa waktu karena keasikan bermain twitter, bisa terjadi tindakan kriminal yaitu berupa penculikan yang diawali oleh perkenalan lewat twitter , dapat  “kecanduan” misalnya dengan selalu mengupdate status sesuai apa yang kita rasakan atau alami dan masih banyak lagi.

      Oleh sebab itu dalam menggunakan jejaring social atau dunia maya, kita harus berhati-hati, karena didalam jejaring social kita tidak mengetahui karakter-karakter orang yang kita kenal di jejaring social tersebut. Kita juga harus berhati-hati dalam memilih teman dijejaring social , karena dijejaring social dapat terjadi tindakan-tindakan kriminal yang dapat merugikan kita.



Sabtu, 02 Juni 2012

EKOLOGI DAN DAMPAK IPTEK TERHADAP PERKEMBANGAN MANUSIA

NAMA: INDAH PERMATASARI
KELAS: 1PA09
NPM : 13511565



Ekologi dan Dampak IPTEK Terhadap Perkembangan Manusia
            Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Ekologi berasal dari kata Yunani oikos artinya habitat dan logoa artinya ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antara makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834-1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai satu kesatuan atau sitem dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antar lain adalah suhu, air , kelembaban, cahaya dan topografi. Sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan , tumbuhan dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan – tingkatan organisasi makhluk hidup. Yaitu populasi,  komunitas dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
            Ekologi mereupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat dipertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antara makhluk hidup dan dengan benda tak hidup didalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi , biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
            Perkembangan dunia IPTEK yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Perkembangn IPTEK membawa dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi di lihat dari berbagai bidang antara lain :
1.      Bidang Informasi dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dan kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain :
a.       Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi – informasi yang akurat dan terbaru dibumi bagian manapun melalui internet.
b.      Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
Disamping keuntungan – keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif antara lain :
a.       Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris ( kompas )
b.      Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yag terdapat diinternet untuk tujuan tertentu.
2.      Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a.       Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b.      Terjadinya Industrialisasi
c.       Produktifitas dunia industri semakin meningkat
3.      Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat antara lain :
a.       Meningkatnya rasa percaya diri kemajuan ekonomi dinegara-negara Asia melhirkan fenomena yang menarik. Perkembagan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh.
b.      Tekanan , kompetisi yang tajam diberbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya antar lain :
a.       Kemerosotan moral dikalangan warga masyarakat khususnya dikalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “ kaya dalam materi tetapi miskin rohani”. dll
4.      Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
a.       Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukan hanya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b.      Munculnya metode – metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode – metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi – materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
a.       Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang – orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Dll

Kesimpulannya adalah jadi dampak IPTEK terhadap perkembangan manusia sangat berpengaruh sekali bagi kehidupan kita. Perkembangan IPTEK juga dapat memberi kemudahan kita dalam segi komunikasi, karena dengan menggunakan handphone kita dapat berkomunikasi dengan teman atau keluarga kita yang berada jauh.  Dan dampak IPTEK juga dapat kita rasakan di bidang – bidang lainnya. IPTEK juga menandakan kemajuan zaman yang terus berkembang. IPTEK juga dapat membawa dampak yang positif juga negatif , yang dapat berpengaruh dalam kehidupan. Dengan berkembangnya IPTEK,  manusia agar dapat memanfaatkan kemajuan IPTEK yang dapat di gunakan dalam kehidupan dengan baik.


Sumber :
http://amusamusannisa.blogspot.com/2012/05/ekologi-dan-dampak-iptek-terhadap.html